Sport  

PBMI Bekukan Pengprov Muaythai Aceh, Rayuan Sukma Sebagai Plt Ketua

Drs H.T. Rayuan Sukma, Plt Ketua Pengprov Muaythai Aceh. | © Hak cipta foto diatas dikembalikan sepenuhnya kepada pemilik foto

DONYAPOST, Banda Aceh — Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) mengambil langkah tegas dengan membekukan Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Aceh menyusul dinamika organisasi yang berkembang di tingkat nasional.

Bersamaan dengan keputusan tersebut, Wakil Ketua Umum I KONI Aceh, Drs H.T. Rayuan Sukma, ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Pengprov Muaythai Aceh.

Keputusan itu tertuang dalam surat resmi PBMI yang ditandatangani Ketua Umum La Nyalla Mahmud Mattalitti, sebagai respons atas mosi tidak percaya yang diajukan 30 Pengprov Muaythai se-Indonesia, termasuk Aceh, terhadap kepemimpinannya.

Selain menunjuk Rayuan Sukma sebagai Plt Ketua, PBMI juga menetapkan susunan pengurus sementara. Tarmizi ditunjuk sebagai wakil ketua, Dr Mansur sebagai sekretaris, dan Maisarah sebagai bendahara. Seluruh nama tersebut diketahui juga merupakan pengurus di KONI Aceh.

Rayuan Sukma saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026), membenarkan penunjukan dirinya sebagai Plt Ketua Pengprov Muaythai Aceh.

“Saya baru menerima mandat penunjukan itu pada Minggu (5/4/2026) kemarin,” ujar Rayuan yang juga menjabat Ketua Pengprov Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Aceh.

Menurut Rayuan, penunjukan tersebut berkaitan dengan posisinya sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi KONI Aceh. Penunjukan itu juga disebut telah dikoordinasikan langsung oleh La Nyalla dengan Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman.

“Saya pikir konsepnya sama dengan penunjukan Waketum Bidang Organisasi KONI Pusat menjadi Plt Ketua KONI provinsi sambil menunggu pengurus definitif,” jelasnya.

Rayuan juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima undangan untuk menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PBMI yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.

Sebagai pemegang mandat Plt Ketua, Rayuan menyatakan akan segera melakukan konsolidasi organisasi, membenahi manajemen kepengurusan, serta memperkuat soliditas seluruh elemen Muaythai di Aceh.

Ia juga mengimbau seluruh pengurus dan pegiat Muaythai Aceh tetap menjaga kekompakan, mengingat Aceh akan menghadapi PON Beladiri dalam waktu dekat.

“Muaythai Aceh harus tetap solid karena kita juga sedang menghadapi PON Beladiri. Aceh termasuk provinsi yang akan ikut serta,” ujarnya.

Muaythai Aceh sebelumnya mencatat prestasi pada PON Aceh-Sumut 2024 dengan meraih 3 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu.

Sementara itu, sumber-sumber di Jakarta menyebutkan bahwa kelompok pengusung mosi tidak percaya terhadap La Nyalla—yang masa kepengurusannya baru berakhir Oktober 2026—disebut mulai membicarakan calon pengganti jika Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) benar-benar digelar.

Bahkan, rumor yang beredar menyebutkan calon suksesor tersebut merupakan perwira tinggi TNI aktif berpangkat bintang dua yang saat ini bertugas di salah satu kementerian dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto. Namun hingga kini, informasi tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak terkait.