Indeks
Sport  

KONI Aceh Mulai Persiapan Dini Hadapi Pra PON 2027

Wakil Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi, Bahtiar Hasan

DONYAPOST, Banda Aceh — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh mulai melakukan persiapan dini untuk menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) 2027 sebagai tahapan menuju PON 2028 di NTB–NTT.

Ketua Umum KONI Aceh Saiful Bahri (Pon Yaya) melalui Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi, Bahtiar Hasan, Selasa (31/3/2026), mengatakan langkah awal yang dilakukan adalah menggelar pertemuan jajaran pengurus harian KONI Aceh bersama pengurus provinsi (Pengprov) cabang olahraga.

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa setiap Pengprov diminta mengirimkan daftar atlet potensial ke Sekretariat KONI Aceh untuk dimasukkan dalam database atlet daerah sebagai dasar penyusunan program pembinaan ke depan.

“Kita telah sepakat pihak Pengprov mengirimkan nama-nama atlet potensial mereka ke Sekretariat KONI Aceh untuk dimasukkan dalam database KONI sebagai persiapan program lanjutan,” kata Bahtiar.

Menurutnya, sejumlah Pengprov cabang olahraga saat ini telah mulai mengirimkan data atlet potensial mereka. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar dalam menyusun perencanaan pembinaan serta kalkulasi kebutuhan pendanaan.

“Dengan adanya data tersebut, KONI Aceh bisa membuat kalkulasi pendanaan yang mencakup pembinaan secara berkelanjutan, termasuk kemungkinan pelaksanaan pemusatan latihan daerah (Pelatda),” ujarnya.

Bahtiar menjelaskan, berdasarkan perkiraan sementara, PON 2028 di NTB–NTT akan mempertandingkan sekitar 52 cabang olahraga. Namun jumlah pasti cabang olahraga yang dipertandingkan masih menunggu keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan tahun ini.

Menurutnya, jumlah tersebut bisa saja berubah setelah adanya penetapan resmi dari KONI Pusat.

“Jumlah pasti cabang olahraga akan ditetapkan setelah Rakernas. Bisa saja berkurang atau bahkan bertambah, tetapi kemungkinan tidak akan sebanyak PON Aceh-Sumut yang hampir mencapai 70 cabang olahraga,” jelasnya.

Bahtiar juga meminta cabang olahraga yang masuk kategori Olympic Games, seperti atletik, anggar, dan angkat besi, untuk melakukan persiapan sejak dini karena cabang-cabang tersebut hampir dipastikan akan dipertandingkan pada PON 2028.

Selain itu, KONI Aceh saat ini juga memberikan dukungan kepada Pengprov cabang olahraga bela diri untuk mengikuti PON Bela Diri 2026.

Ia menyebutkan bahwa jadwal pelaksanaan event tersebut masih bersifat tentatif. Sebelumnya sempat direncanakan berlangsung pada Juni 2026, namun belakangan muncul sinyal dari KONI Pusat bahwa kegiatan itu kemungkinan digelar setelah Asian Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 di Nagoya, Jepang.

“Kami tetap meminta Pengprov cabang olahraga bela diri untuk terus mempersiapkan atletnya, karena event tersebut tetap menjadi bagian penting dalam pembinaan prestasi menuju PON mendatang,” kata Bahtiar.

Exit mobile version