DONYAPOST, Banda Aceh — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg, resmi kembali mendaftarkan diri sebagai calon rektor untuk periode 2026–2030, Selasa (31/3/2026).
Pendaftaran tersebut menandai kesiapannya melanjutkan kepemimpinan setelah masa jabatan periode pertama berakhir pada 28 Juli 2026.
Berkas pendaftaran Mujiburrahman diterima Sekretaris Panitia Penjaringan Hilmi MPd bersama anggota panitia lainnya. Ia datang bersama sejumlah pimpinan dan kolega, di antaranya Prof Yusni Saby, Prof Rusjdi Ali Muhammad, Prof Muhibbuthabry, Prof Kusmawati Hatta, serta Reza Idria PhD.
Mujiburrahman mengatakan keputusan kembali maju dalam bursa pemilihan rektor didasarkan pada tiga pertimbangan utama, yakni capaian kinerja selama masa kepemimpinan, keberlanjutan sejumlah program strategis yang sedang berjalan, serta dukungan dari civitas akademika dan berbagai pihak eksternal.
Menurutnya, selama memimpin UIN Ar-Raniry sejak pertengahan 2022, kampus tersebut mengalami perkembangan di berbagai sektor, mulai dari peningkatan mutu akademik, tata kelola kelembagaan, penguatan sumber daya manusia, hingga peningkatan jumlah mahasiswa.
Selain itu, pembangunan sarana dan prasarana fisik kampus juga terus berlangsung, disertai penguatan riset serta peningkatan reputasi jurnal ilmiah.
“Sekiranya dalam satu periode kepemimpinan saya sebagai rektor tidak ada kemajuan dan perubahan, maka saya tidak akan mencalonkan diri kembali. Sejak saya diberi amanah sebagai rektor pada pertengahan 2022 hingga sekarang, berkat komitmen, kerja keras, kerja cerdas, serta dukungan seluruh civitas akademika, alumni, dan pemangku kepentingan eksternal, UIN Ar-Raniry telah berkembang dan menunjukkan kemajuan dibandingkan fase sebelumnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah program strategis yang sedang berjalan masih memerlukan kesinambungan agar dapat diselesaikan secara optimal.
Program tersebut antara lain pengembangan kampus melalui pendanaan luar negeri (PHLN), pembangunan laboratorium halal serta sains dan teknologi, hingga proses pembukaan Fakultas Kedokteran yang saat ini masih berada dalam tahap evaluasi.
Selain itu, kerja sama internasional juga terus diperluas, termasuk dengan lembaga dari Uni Emirat Arab dalam pengembangan program sosial keagamaan serta rencana pembangunan fasilitas kampus seperti masjid atau Islamic Center dan revitalisasi Lembaga Bahasa.
Mujiburrahman menyebut dukungan dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta pemangku kepentingan eksternal turut menjadi faktor penting yang mendorong dirinya kembali maju dalam pemilihan rektor.
“Dukungan ini menjadi amanah untuk memastikan keberlanjutan dan ketuntasan program pengembangan kampus,” katanya.
Ia mengaku telah melalui berbagai pertimbangan sebelum memutuskan kembali mencalonkan diri.
“Setelah bermunajat dan memohon ridha Allah SWT, serta meminta restu dari ibunda, istri, anak-anak, dan keluarga, juga dukungan dari civitas akademika UIN Ar-Raniry, serta sahabat dan kolega, saya mantap mendaftar kembali dengan penuh keyakinan dan istiqamah sebagai calon rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh periode 2026–2030,” ujarnya.
Pendaftaran tersebut merupakan bagian dari tahapan penjaringan calon rektor UIN Ar-Raniry, yang selanjutnya akan berlanjut ke proses seleksi sesuai mekanisme yang berlaku.
