Indeks
Berita  

Pasca Lebaran, Bupati Aceh Tenggara Tinjau Kantor Pemerintahan

Pasca Lebaran, Bupati Aceh Tenggara Tinjau Kantor Dinas: Absensi Baik, Kebersihan Jadi Sorotan

DONYAPOST, Kutacane — Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry SE MM melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan disiplin aparatur sipil negara (ASN) serta kesiapan pelayanan publik pasca Lebaran Idul Fitri 1447 H, Selasa (31/3/2026).

Tinjauan tersebut difokuskan pada tingkat kehadiran pegawai, kondisi kebersihan lingkungan kantor, serta kesiapan pelayanan kepada masyarakat setelah libur panjang Idul Fitri.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Sekda Aceh Tenggara Yusrizal ST, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Tenggara Kasri Selian, Staf Khusus Bupati Amri Siregar, Inspektur Inspektorat Abdul Kariman, serta sejumlah staf ahli dan pimpinan OPD.

Salim Fakhry seperti dilansir Waspada.id, menyebut kegiatan tersebut lebih tepat disebut sebagai tinjauan langsung ke beberapa dinas, bukan sekadar sidak.

“Hari ini kita meninjau beberapa OPD. Pertama ke Dinas Pariwisata, kita melihat absensi pegawai pasca lebaran, alhamdulillah bagus. Kita juga meninjau kebersihan pekarangan sampai ke kamar mandi, walaupun belum memenuhi standar,” ujarnya.

Setelah itu, rombongan melanjutkan peninjauan ke Dinas Sosial dan Bappeda, yang menurutnya menunjukkan kondisi cukup baik dari sisi kehadiran pegawai maupun lingkungan kerja.

Namun, kondisi berbeda ditemukan di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Di lokasi tersebut, Bupati melihat area kantor yang kurang terawat dengan rumput liar yang sudah tumbuh panjang.

Ia bahkan langsung memerintahkan tim yang dibawanya untuk membersihkan halaman kantor tersebut.

“Di Labkesda kita melihat banyak rumput yang sudah panjang dan kantor kurang terawat, maka langsung kita bawa tim tukang babat untuk membersihkannya,” kata Salim Fakhry.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Dinas Pangan Aceh Tenggara. Meski tingkat kehadiran pegawai dinilai baik, Bupati menyoroti kondisi kebersihan kantor yang menurutnya sangat memprihatinkan.

“Absensi bagus, tapi Dinas Pangan ini salah satu dinas yang paling jorok. Kamar mandi tidak terjaga, bahkan tidak ada yang dipakai. Pekarangannya bukan ditanami sayur-sayuran, malah dipenuhi rumput liar yang sudah panjang,” ujarnya.

Bupati pun langsung memerintahkan Sekda untuk segera melakukan pembersihan lingkungan kantor tersebut agar ASN dapat bekerja dengan lebih nyaman.

Ia juga meminta perhatian serius terhadap fasilitas dasar seperti kamar mandi atau WC umum yang ada di kantor dinas tersebut.

“Padahal anggaran rutin mencapai ratusan juta rupiah, tapi kantor tidak bersih. Ini harus menjadi perhatian kepala dinas dan seluruh jajaran,” tegasnya.

Selain soal kebersihan, Salim Fakhry juga menyinggung pentingnya kekompakan di internal dinas. Ia mengaku menerima informasi adanya ketidakharmonisan antara pimpinan dinas dengan sekretaris dinas.

Karena itu, ia berharap seluruh jajaran ASN di Dinas Pangan dapat bekerja sesuai aturan dan menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas.

“Ke depan saya berharap seluruh ASN di Dinas Pangan bekerja sesuai aturan dan saling kompak. Kita semua tidak sempurna, tapi dengan kebersamaan pekerjaan akan lebih baik,” pungkasnya. [wspid]

Exit mobile version