DONYAPOST, Banda Aceh — Persiraja Banda Aceh harus bekerja keras sebelum akhirnya menaklukkan Sriwijaya FC dengan skor 2-1 dalam lanjutan pekan ke-22 Pegadaian Championship Liga 2 2025/2026 di Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Sabtu (28/3/2026) malam.
Kemenangan Laskar Rencong tidak diraih dengan mudah. Meski tampil dominan sepanjang pertandingan, tuan rumah baru bisa memastikan tiga poin lewat gol di penghujung laga.
Jauh sebelum pertandingan dimulai, publik sudah memprediksi duel ini akan berlangsung timpang. Apalagi jika melihat posisi kedua tim di papan klasemen sementara.
Belum lagi pada pertemuan sebelumnya di putaran kedua, Fitra Ridwan dan kawan-kawan sukses menang telak 5-0 di stadion yang sama. Dengan catatan tersebut, Armada Kutaraja diperkirakan bakal kembali meraih kemenangan mudah.
Namun kenyataan di lapangan berkata lain. Tim racikan Iwan Setiawan justru mampu memberikan kejutan. Hingga lebih dari satu jam pertandingan berjalan, lini pertahanan Sriwijaya FC mampu meredam serangan Juan Mera dan rekan-rekannya.
Memang sejak awal pertandingan, Persiraja memang tampil menekan. Statistik pertandingan menunjukkan dominasi tuan rumah dengan 63 persen penguasaan bola serta 20 tembakan, dengan 10 di antaranya tepat sasaran.
Sementara Sriwijaya FC hanya mampu mencatatkan delapan percobaan dengan tiga tembakan ke arah gawang.
Meski demikian, dominasi tersebut belum mampu memecah kebuntuan pada babak pertama. Kedua tim bermain cukup disiplin sehingga skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin meningkat. Persiraja akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-63 melalui Muhammad Ariel Kurung yang memanfaatkan peluang di depan gawang Sriwijaya FC.
Gol tersebut sempat membuat tuan rumah berada di atas angin. Upaya menyamakan kedudukan terus digencarkan pasukan Sriwijaya FC yang dilatih Iwan Setiawan.
Namun usaha tersebut belum membuahkan hasil. Sebaliknya, Persiraja justru berhasil menambah keunggulan melalui situasi penalti.
Wasit menunjuk titik putih setelah melihat tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR) yang menunjukkan adanya pelanggaran pemain Sriwijaya FC di dalam kotak penalti.
Keputusan itu memberi peluang emas bagi Persiraja untuk menjauh dari kejaran Laskar Wong Kito. Omid Popalzay yang maju sebagai eksekutor sempat gagal menuntaskan penalti, namun ia beruntung karena bola muntah berhasil disambarnya kembali dan bersarang ke gawang. Gol tersebut membuat Persiraja unggul 2-0.
Menjelang laga berakhir, Sriwijaya FC mampu memperkecil ketertinggalan. Pada menit 90+7, Sehabudin Ahmad mencetak gol yang mengubah skor menjadi 2-1 hingga pertandingan usai.
Selain unggul dalam penguasaan bola, Persiraja juga mencatat sejumlah statistik positif lainnya, termasuk delapan peluang tercipta serta 45 umpan ke sepertiga akhir lapangan, yang menunjukkan tekanan konsisten terhadap pertahanan Sriwijaya FC sepanjang laga.
Kemenangan ini menjadi tambahan tiga poin penting bagi Laskar Rencong dalam upaya memperbaiki posisi mereka di klasemen Liga 2 musim ini.
Sementara bagi Sriwijaya FC, kekalahan di Banda Aceh memperpanjang tren sulit mereka musim ini, meskipun sempat memberikan perlawanan sengit hingga menit-menit akhir pertandingan.
