DONYAPOST, Banda Aceh — Ribuan warga terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh akhirnya bisa menyambut meugang dengan lebih layak setelah Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan sapi senilai Rp72,75 miliar ke seluruh kabupaten/kota.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) bersama Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh) menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan sapi meugang yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah Aceh.
Bantuan tersebut dinilai tidak sekadar menjaga tradisi meugang, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah pusat di tengah masyarakat yang sedang berupaya bangkit dari dampak bencana.
“Ini merupakan bentuk kepedulian nyata Pemerintah Pusat terhadap masyarakat Aceh, terutama di tengah kondisi sebagian warga yang masih menghadapi dampak bencana,” ujar Gubernur, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, dalam situasi pascabencana, bantuan tersebut memiliki makna lebih luas, yakni sebagai bagian dari pemulihan sosial dan penguat kebersamaan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pemerintah Aceh juga menilai perhatian Presiden menunjukkan komitmen bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Gubernur turut menyampaikan harapan agar Presiden dapat hadir langsung di Aceh pada momentum Idul Fitri mendatang.
“Kehadiran beliau tentu akan menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Aceh,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Fadhlullah menegaskan bahwa bantuan sapi meugang menjadi bagian dari upaya bersama dalam meringankan beban masyarakat, sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan sosial pascabencana.
“Pemerintah Aceh akan terus memastikan penanganan bencana berjalan optimal, termasuk dalam mendukung pemulihan sosial masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dampak ekonomi dari bantuan tersebut, terutama dalam menekan angka inflasi Aceh yang mencapai 6,94 persen (year on year) per Februari 2026.
Komoditas daging sapi dan ayam ras diketahui menjadi penyumbang utama inflasi menjelang meugang, sehingga distribusi bantuan ini dinilai strategis dalam menjaga stabilitas harga.
“Bantuan sapi meugang ini juga sangat membantu dalam menekan inflasi di Aceh,” kata Fadhlullah.
Tradisi meugang sendiri merupakan budaya khas Aceh yang dilakukan dengan menyembelih dan mengonsumsi daging bersama keluarga menjelang hari besar Islam, seperti Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Di tengah situasi bencana, tradisi ini diharapkan tetap dapat dirasakan masyarakat sebagai simbol kebersamaan dan semangat bangkit.
Adapun bantuan sapi dari Presiden disalurkan ke seluruh kabupaten/kota di Aceh dengan total nilai Rp72,75 miliar. Distribusi bantuan antara lain meliputi Kota Lhokseumawe Rp550 juta, Aceh Tamiang Rp10,5 miliar, Pidie Jaya Rp4,9 miliar, Aceh Timur Rp7,55 miliar, Bireuen Rp2,25 miliar, Kota Langsa Rp600 juta, Aceh Utara Rp19,55 miliar, Aceh Barat Rp1 miliar, Pidie Rp2 miliar, serta Aceh Tengah Rp6,05 miliar.
Selanjutnya, Bener Meriah Rp4,55 miliar, Gayo Lues Rp4,3 miliar, Aceh Tenggara Rp2,25 miliar, Aceh Barat Daya Rp1 miliar, Subulussalam Rp1 miliar, Aceh Besar Rp500 juta, Nagan Raya Rp1,45 miliar, Aceh Selatan Rp500 juta, serta Simeulue Rp250 juta yang juga terdampak gempa saat bencana hidrometeorologi melanda.








