Indeks
Berita  

Puluhan Ribu Korban Banjir Aceh Timur Terima Bantuan Rp100,9 Miliar

Bupati Al-Farlaky Sambut Kunker Mendagri dan Mensos, 100 Miliar Bantuan Disalurkan

DONYAPOST, Idi — Sedikitnya 28.831 jiwa pengungsi dan 7.643 kepala keluarga korban bencana di Aceh Timur mulai menerima bantuan senilai Rp100,9 miliar dari pemerintah pusat—sebuah suntikan besar untuk mempercepat pemulihan pascabencana yang melumpuhkan ratusan gampong.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah mengajukan berbagai bantuan kepada Kementerian Sosial RI sebagai bagian dari penanganan dampak bencana hidrometeorologi.

Untuk bantuan stimulan sosial ekonomi, Pemkab mengusulkan bantuan bagi 25.320 kepala keluarga berdasarkan data rumah rusak ringan, sedang, dan berat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.643 kepala keluarga telah disetujui dengan total anggaran Rp38,21 miliar.

Selain itu, bantuan jaminan hidup diajukan untuk 47.389 jiwa selama tiga bulan dengan nilai Rp15 ribu per jiwa per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28.831 jiwa telah mendapat persetujuan dengan total anggaran Rp38,92 miliar.

Selanjutnya, bantuan isi hunian diajukan untuk 25.320 kepala keluarga, dengan jumlah yang telah disetujui sebanyak 7.643 kepala keluarga dengan total anggaran Rp22,92 miliar.

Pemerintah juga menyalurkan santunan ahli waris bagi 60 korban meninggal dunia dengan total nilai Rp900 juta, serta santunan bagi dua korban luka berat sebesar Rp10 juta.

Bupati Al-Farlaky turut memaparkan skala dampak bencana sepanjang 2025. Sebanyak 24 kecamatan dan 454 gampong terdampak, dengan 81.603 rumah terendam.

Jumlah pengungsi tercatat mencapai 56.332 kepala keluarga atau 236.822 jiwa, sementara total masyarakat terdampak mencapai 81.603 kepala keluarga atau 290.582 jiwa. Dalam peristiwa tersebut, 58 orang dilaporkan meninggal dunia.

Data kerusakan rumah menunjukkan 16.590 unit rusak ringan, 5.484 unit rusak sedang, dan 3.844 unit rusak berat, sehingga total kerusakan mencapai 25.918 unit rumah.

Dalam upaya pemulihan, pemerintah juga membangun hunian sementara (huntara). Dari total usulan 3.084 unit, sebanyak 1.966 unit telah selesai dibangun, sementara 1.082 unit masih dalam proses.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan mewakili daerah terdampak lainnya, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran kabinet atas perhatian besar yang diberikan,” ujar Al-Farlaky.

Ia berharap dukungan tersebut mampu mempercepat pemulihan sehingga masyarakat segera bangkit dari kondisi bencana.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa penyaluran bantuan merupakan bagian dari arahan Presiden agar negara hadir sejak masa tanggap darurat hingga pascabencana.

Pada fase darurat, Kementerian Sosial telah menyalurkan logistik, mendirikan dapur umum, serta menyediakan tenda pengungsian bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan BNPB.

Memasuki fase pemulihan, bantuan difokuskan pada santunan korban meninggal, korban luka berat, jaminan hidup pengungsi, serta pemulihan sosial ekonomi masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah telah membentuk satuan tugas khusus untuk mempercepat penanganan bencana di daerah terdampak luas, termasuk Aceh.

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan bahwa total bantuan yang disalurkan akan menggerakkan sekitar Rp100 miliar perputaran ekonomi di Aceh Timur.

“Dana ini tidak hanya membantu masyarakat terdampak, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi daerah,” ujarnya.

Tito turut menekankan pentingnya akurasi data dalam proses penyaluran bantuan agar tepat sasaran.

Ia meminta pemerintah daerah proaktif melengkapi data korban dan membentuk satuan tugas khusus dengan melibatkan unsur Forkopimda.

Kunjungan kerja kedua menteri tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Aceh Timur pada Senin (16/3), dalam rangka penyerahan bantuan secara simbolis kepada masyarakat terdampak.

Adapun total bantuan dari Kementerian Sosial mencapai Rp100.975.850.000, yang terdiri dari bantuan stimulan sosial ekonomi Rp38,21 miliar, jaminan hidup Rp38,92 miliar, bantuan isi hunian Rp22,92 miliar, santunan ahli waris Rp900 juta, serta santunan luka berat Rp10 juta.

Bantuan ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi puluhan ribu korban bencana di Aceh Timur untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.

Exit mobile version