Indeks
Berita  

Prof Zulfikar: Kepemimpinan Islam Meneladani Nabi sebagai Pelayan Umat

DONYAPOST, Banda Aceh — Dosen dan cendekiawan Muslim, T. Zulfikar, menegaskan bahwa kepemimpinan dalam Islam seharusnya meneladani sikap Muhammad sebagai nabi yang melayani umatnya (servant prophet), bukan sebagai penguasa yang menempatkan diri seperti raja.

Hal tersebut disampaikan dalam kultum Zuhur di Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry, Kamis (12/3/2026), seperti disiarkan situs resmi kampus tersebut.

Dalam ceramahnya, Wakil Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu menjelaskan bahwa Nabi Muhammad pernah diberi pilihan oleh Allah untuk menjadi nabi dengan kekuasaan seperti raja atau menjadi nabi yang melayani umatnya.

Rasulullah, kata dia, memilih menjadi nabi pelayan (servant prophet).

Menurutnya, pilihan tersebut justru menjadikan Nabi Muhammad memiliki kedudukan yang sangat mulia di antara para nabi.

“Beliau menjadi penghulu para nabi dan rasul, yang terakhir diwafatkan dan yang paling awal dibangkitkan di antara para nabi,” ujarnya.

Prof Zulfikar menambahkan, keteladanan Nabi Muhammad tersebut seharusnya menjadi pelajaran penting bagi para pemimpin di berbagai level.

Kepemimpinan ideal, katanya, adalah kepemimpinan yang melayani atau yang dikenal dengan konsep servant leadership, yakni pemimpin yang hadir untuk melayani bawahan maupun rakyatnya.

Sebaliknya, sikap yang bertentangan dengan kepemimpinan melayani adalah kesombongan, keangkuhan, dan sifat kibr yang membuat seseorang merasa lebih tinggi dari orang lain.

Dalam kesempatan itu ia juga menyinggung kisah Sulaiman yang dianugerahi kekuasaan besar serta berbagai keistimewaan oleh Allah SWT. Namun ketika sempat muncul rasa bangga diri, Allah segera menegur beliau.

“Setelah itu Nabi Sulaiman memohon ampun kepada Allah dan meminta bimbingan-Nya agar mampu menjalani kehidupan yang baik serta menunaikan tugas kenabian dengan benar,” jelasnya.

Menurut Prof Zulfikar, kisah tersebut menjadi pelajaran bahwa bahkan seorang nabi yang memiliki kelebihan luar biasa pun tetap berusaha menghindari sifat arogan dan selalu tunduk kepada Allah SWT.

Ia pun mengingatkan agar setiap pemimpin menjauhi kesombongan dan lebih mengedepankan sikap melayani, sebagaimana teladan yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Exit mobile version