Berita  

Jelang Lebaran, Pemerintah Aceh Gelar Operasi Pasar Tanggap Inflasi

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT, MT, menyampaikan sambutan Gubernur Aceh sekaligus membuka Operasi Pasar Tanggap Inflasi Aceh dalam rangka menyambut Idul Fitri 1447 H yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Tengah, Takengon, Sabtu (14/3/2026).

DONYAPOST, Banda Aceh — Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar Operasi Pasar Tanggap Inflasi Aceh di lima kabupaten/kota pada 14–16 Maret 2026.

Program ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Aceh Barat, dengan pembukaan dilakukan secara serentak oleh para Asisten Sekda serta Staf Ahli Gubernur Aceh di masing-masing daerah, Sabtu (14/3/2026).

Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, mengatakan bahwa menjelang Idulfitri biasanya terjadi peningkatan permintaan berbagai kebutuhan pokok yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasar.

Karena itu, menurutnya, pemerintah perlu mengambil langkah cepat agar lonjakan permintaan tidak menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah sekaligus bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan ekonomi kepada masyarakat,” kata Mualem.

Ia menjelaskan, operasi pasar tersebut menghadirkan berbagai bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri.

Sejumlah komoditas yang disediakan dalam kegiatan tersebut antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, telur, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang lebih stabil dibandingkan harga pasar.

Menurut Mualem, langkah ini juga menjadi instrumen penting untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar agar tidak terjadi gejolak harga.

“Stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok adalah tanggung jawab kita bersama demi kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

Pemerintah Aceh, lanjutnya, akan terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan memperkuat koordinasi lintas sektor, menjaga distribusi logistik, serta memastikan ketersediaan stok bahan pokok di seluruh wilayah Aceh.

Adapun lokasi pelaksanaan operasi pasar di masing-masing daerah antara lain di Banda Aceh meliputi Kecamatan Banda Raya, Kuta Alam, dan Meuraxa.

Di Lhokseumawe, kegiatan digelar di Kecamatan Muara Satu, Muara Dua, dan Banda Sakti.

Sementara di Aceh Tamiang dilaksanakan di Kecamatan Karang Baru/Simpang, Tenggulun, dan Seruway.

Di Aceh Tengah, operasi pasar berlangsung di Kecamatan Bebesen, Pegasing, serta Lut Tawar.

Sedangkan di Aceh Barat dilaksanakan di Kecamatan Johan Pahlawan dan Samatiga.

Mualem berharap melalui operasi pasar tersebut harga bahan pokok di Aceh dapat tetap terkendali sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan lebih tenang.