Berita  

3.400 Keluarga Terdampak Banjir di Aceh Terima Bantuan Tunai Plan Indonesia

DONYAPOST, Bener Meriah — Sedikitnya 3.400 keluarga terdampak banjir dan longsor di Aceh menerima bantuan tunai Multi-Purpose Cash Assistance (MPCA) dari Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia).

Bantuan ini ditujukan untuk membantu masyarakat memulihkan kondisi ekonomi dan kebutuhan dasar setelah bencana yang terjadi pada November 2025.

Program bantuan tersebut disalurkan kepada 750 kepala keluarga di Aceh Tengah, 750 kepala keluarga di Bener Meriah, 1.200 kepala keluarga di Aceh Timur, serta 700 kepala keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas.

Bantuan MPCA difokuskan bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau hilang akibat banjir dan longsor. Program ini juga memberi perhatian khusus kepada rumah tangga dengan anggota keluarga penyandang disabilitas.

Setiap kepala keluarga menerima bantuan Rp1.000.000, sementara kepala keluarga yang memiliki anggota penyandang disabilitas mendapatkan Rp1.250.000. Bantuan ini diharapkan dapat membantu keluarga penerima manfaat memenuhi kebutuhan paling mendesak pascabencana.

Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti mengatakan, pendekatan bantuan tunai dipilih karena memberikan fleksibilitas bagi keluarga terdampak untuk menentukan sendiri prioritas kebutuhan mereka.

“Bantuan tunai menjadi salah satu pendekatan yang kami dorong dalam respons kemanusiaan karena memberikan ruang bagi keluarga terdampak bencana untuk menentukan sendiri kebutuhan paling mendesak bagi mereka. Setiap keluarga memiliki kondisi dan prioritas yang berbeda,” ujar Dini saat peresmian distribusi MPCA di Kabupaten Bener Meriah, Jumat (13/3/2026).

Ia berharap dukungan tersebut tidak hanya membantu keluarga memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk mulai membangun kembali kehidupan secara bertahap dan lebih bermartabat.

Melalui bantuan tunai ini, keluarga penerima manfaat dapat memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan, seperti perbaikan rumah, biaya pendidikan anak, kebutuhan perempuan termasuk perlengkapan menstruasi dan kebutuhan ibu melahirkan, serta dukungan bagi anggota keluarga penyandang disabilitas.

Wakil Bupati Bener Meriah Armia menyampaikan apresiasi kepada Plan Indonesia dan para mitra yang telah memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak bencana di wilayahnya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Plan Indonesia dan para mitra atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Bener Meriah. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga yang terdampak banjir, khususnya mereka yang mengalami kerusakan rumah dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Armia.

Ia berharap program tersebut dapat membantu masyarakat bangkit dan kembali melanjutkan kehidupan setelah terdampak bencana.

Sementara itu, salah seorang penerima manfaat, Susilawati, warga Desa Jamur Ujung, Bener Meriah, mengaku bantuan tersebut sangat membantu keluarganya yang masih berupaya pulih setelah rumah mereka terdampak banjir.

“Setelah banjir, banyak kebutuhan yang harus kami pikirkan kembali, mulai dari memperbaiki rumah hingga kebutuhan anak-anak untuk sekolah. Dengan bantuan ini kami bisa sedikit bernapas lega dan mulai memperbaiki kondisi keluarga kami secara perlahan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, proses penentuan penerima manfaat dilakukan secara partisipatif melalui pendataan, koordinasi dengan masyarakat, serta musyawarah bersama warga untuk memastikan bantuan disalurkan secara tepat sasaran.

Seluruh tahapan tersebut juga melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bener Meriah sebagai mitra kolaborasi yang mendukung implementasi program, mulai dari sosialisasi, pendataan, hingga finalisasi daftar penerima manfaat.