Indeks

Dirjen Dikti Tinjau Lokasi Program Mahasiswa Berdampak Universitas Teuku Umar

DONYAPOST, Pidie Jaya — Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Khairul Munadi, meninjau langsung Desa Gajah Ayee, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Senin (9/3/2026), yang sebelumnya terdampak banjir besar di Sumatra pada 2025 lalu.

Kunjungan tersebut sekaligus untuk melihat implementasi program pengabdian kepada masyarakat yang didanai Kemdiktisaintek dan dilaksanakan oleh tim dari Universitas Teuku Umar (UTU).

Dalam kesempatan itu, tim pengabdian memperkenalkan inovasi berupa alat Early Warning System (EWS) untuk mendeteksi potensi banjir berbasis Internet of Things (IoT).

Teknologi ini dirancang sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir dan hidrometeorologi yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Prof. Khairul Munadi menilai inovasi yang dikembangkan tim UTU tersebut tepat sasaran dan sejalan dengan arah kebijakan kementerian yang mendorong agar hasil riset dan inovasi perguruan tinggi dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

“Keberadaan alat EWS ini menjadi salah satu upaya mitigasi bencana yang efektif. Dengan sistem peringatan dini, masyarakat dapat memperoleh informasi lebih cepat ketika terjadi peningkatan debit air yang berpotensi menyebabkan banjir,” ujar Khairul Munadi.

Menurutnya, sistem peringatan dini tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko korban jiwa serta meminimalkan dampak kerugian ketika bencana terjadi.

Meski demikian, ia menilai program tersebut masih membutuhkan edukasi lanjutan kepada masyarakat agar teknologi yang telah dipasang dapat dimanfaatkan secara optimal.

Selain itu, keberlanjutan program serta pengembangan inovasi teknologi juga menjadi hal penting agar sistem mitigasi bencana terus meningkat.

Selain memperkenalkan inovasi teknologi, kegiatan pengabdian ini juga diisi dengan program trauma healing bagi anak-anak korban banjir yang melibatkan mahasiswa Universitas Teuku Umar.

Melalui berbagai kegiatan edukatif dan permainan, mahasiswa berinteraksi langsung dengan anak-anak untuk membantu memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana.

Rektor Universitas Teuku Umar Prof. Ishak Hasan mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.

“Selain pendidikan dan perkembangan teknologi, sikap simpati dan empati juga sangat dibutuhkan dalam pengembangan diri mahasiswa. Kegiatan trauma healing ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mahasiswa agar lebih peka terhadap kondisi masyarakat, khususnya anak-anak korban bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian UTU Delfian Masrura, M.T. menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program tersebut, terutama mahasiswa UTU yang terlibat aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah bekerja keras menyukseskan program pengabdian ini, terutama kepada para mahasiswa Universitas Teuku Umar yang telah berpartisipasi dengan dedikasi tinggi. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujarnya.

Delfian menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kemdiktisaintek yang telah mendanai Program Mahasiswa Berdampak untuk pemulihan bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh. Program tersebut dapat terlaksana berkat kolaborasi antara kementerian, Universitas Teuku Umar, serta masyarakat Desa Gajah Ayee.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan inovasi teknologi seperti EWS berbasis IoT ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari sistem mitigasi bencana yang lebih efektif di berbagai daerah rawan bencana di Indonesia.

Exit mobile version