Mahasiswa Asal Gambia Raih Gelar Magister di Aceh

Mahasiswa internasional asal Gambia, Kebba Nyang bersama rekan-rekannya | Foto Ist

DONYAPOST, Banda Aceh — Mahasiswa internasional asal Gambia, Kebba Nyang, resmi menyelesaikan studi Magister pada Program Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Terpadu dengan konsentrasi Studi Hidrografi di Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK).

Kelulusan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik dan profesionalnya di bidang pengelolaan pesisir dan hidrografi.

Dalam pernyataannya, Kebba mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Ia menilai keberhasilan meraih gelar magister merupakan hasil dari proses panjang yang penuh dedikasi, ketekunan, serta berbagai tantangan akademik selama menjalani masa studi.

“Saya dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan merayakan kelulusan dari USK setelah berhasil menyelesaikan studi Magister,” ujarnya.

Kebba menjelaskan perjalanan akademiknya dipenuhi dengan berbagai kegiatan penelitian, kerja lapangan, hingga analisis hidrografi yang intensif. Ia juga mengakui harus melalui malam-malam panjang untuk menyelesaikan berbagai tahapan penelitian.

“Proses akademik yang saya jalani dipenuhi dengan penelitian, kerja lapangan, analisis hidrografi, serta berbagai tantangan yang menguji ketahanan mental dan fisik. Namun dengan ketekunan serta kepercayaan penuh kepada Allah SWT, setiap rintangan dapat dilalui hingga akhirnya mencapai titik ini,” ungkapnya.

Sebagai mahasiswa internasional, Kebba mengakui perjalanan studinya juga diwarnai tantangan tersendiri. Jarak yang jauh dari keluarga dan kampung halaman membuatnya harus beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus membangun kemandirian selama menempuh pendidikan di Indonesia.

Dalam tesisnya, Kebba meneliti dampak infrastruktur pelabuhan pesisir terhadap morfologi dasar laut dan dinamika sedimen, dengan studi kasus di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh. Penelitian tersebut membandingkan data survei hidrografi tahun 2018 dan 2025 untuk mengidentifikasi perubahan signifikan pada dasar laut.

Hasil penelitian menunjukkan adanya fenomena erosi dan penggerusan lokal (scouring) di sekitar struktur pelabuhan. Menurutnya, interaksi antara proses hidrodinamika alami dan pembangunan infrastruktur buatan manusia memberikan pengaruh penting terhadap kondisi dasar laut.

Temuan tersebut juga dinilai memiliki implikasi terhadap keselamatan navigasi serta keberlanjutan operasional pelabuhan di kawasan pesisir.

Selain itu, penelitian tersebut menegaskan pentingnya pemantauan batimetri secara berkelanjutan serta pengelolaan sedimen yang efektif untuk mendukung pembangunan kawasan pesisir yang berkelanjutan.

Kebba menilai pengalaman menempuh pendidikan di USK sebagai perjalanan akademik yang sangat transformatif. Ia merasakan dukungan kuat dari lingkungan akademik yang inklusif selama menjalani studi.

“USK menghadirkan lingkungan yang suportif, inklusif, dan kondusif secara intelektual sehingga memungkinkan saya berkembang baik secara akademik maupun pribadi,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Office of International Affairs (OIA) USK atas dukungan dan pendampingan yang diberikan kepada mahasiswa internasional selama menempuh pendidikan di kampus tersebut.

“Dedikasi dan pendampingan yang berkelanjutan dari OIA menjadikan pengalaman studi saya di USK terasa nyaman, aman, dan penuh kesan,” ujarnya.

Ke depan, Kebba menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu hidrografi serta mendukung pembangunan kawasan pesisir yang berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global.