DONYAPOST, Banda Aceh — Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya bersama 42 organisasi yang tergabung dalam gerakan Aceh Jaya Peduli Sesama kembali menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Aceh, Rabu (4/3/2026) lalu.
Bantuan tahap ini berupa pakaian layak pakai dengan total berat sekitar 30 ton yang akan disalurkan ke beberapa daerah terdampak, yakni Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Aceh Tamiang.
Ketua keberangkatan relawan, Almuzzammil, mengatakan bantuan tersebut dikirim menggunakan lima unit truk dan telah dikoordinasikan sebelumnya dengan pihak penerima di daerah tujuan.
“Bantuan ini akan disalurkan langsung ke lokasi terdampak. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak di daerah tujuan agar penyalurannya tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, armada pengiriman bantuan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah instansi, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Basarnas, BPBK Aceh Jaya, Satpol PP Aceh Jaya, serta Kodim 0114/Aceh Jaya.
Sebanyak 23 relawan yang berasal dari unsur pemerintah daerah dan organisasi masyarakat turut bergabung dalam rombongan untuk mengantarkan bantuan ke wilayah terdampak.
Menurut Almuzzammil, bantuan yang dihimpun dari masyarakat Aceh Jaya tersebut diupayakan disalurkan langsung kepada warga yang membutuhkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Jaya, Masri, menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama para relawan berkomitmen memastikan seluruh amanah masyarakat tersalurkan dengan baik kepada korban bencana.
Ia menjelaskan bahwa bantuan pakaian layak pakai tersebut merupakan tahap akhir distribusi bantuan dalam bentuk barang dari Aceh Jaya.
Sebelum dikirim, seluruh pakaian telah melalui proses penyortiran oleh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya untuk memastikan bahwa pakaian yang disalurkan masih layak digunakan.
Masri juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keterlambatan penyaluran bantuan yang terjadi akibat sejumlah kendala teknis di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para relawan yang tetap berangkat menyalurkan bantuan meskipun dalam kondisi berpuasa. Semoga ini menjadi amal jariah bagi kita semua,” ujarnya.
