DONYAPOST, Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengajak seluruh dinas terkait menjadikan Festival Ramadan sebagai momentum strategis untuk menampilkan adat dan budaya Islami masyarakat Aceh.
“Festival Ramadan ini harus kita manfaatkan dengan baik dalam upaya mensyiarkan Islam dan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh kepada saudara se-Nusantara, khususnya adat dan budaya masyarakat Aceh dalam memeriahkan bulan mulia ini,” ujar Dek Fadh saat memimpin rapat koordinasi penanganan inflasi, peringatan Malam Nuzulul Qur’an dan Festival Ramadan 1447 H, di ruang Potensi Daerah Setda Aceh, Rabu (4/3/2026).
Ia mengungkapkan, kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri Menteri Dalam Negeri, sejumlah menteri, serta anggota DPR RI yang menyatakan antusiasme untuk hadir langsung merasakan semarak Ramadan di Aceh.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedi Yuswadi, menjelaskan Festival Ramadan juga akan dirangkai dengan penyerahan sertifikat penetapan Masjid Raya Baiturrahman sebagai Cagar Budaya Nasional.
Penutupan Festival Ramadan yang dipusatkan di kompleks Masjid Raya Baiturrahman akan diisi sejumlah atraksi budaya khas Aceh. Di antaranya tradisi idang atau hidangan berbuka puasa yang disajikan di sekitar taman masjid.
Selain itu, masyarakat juga akan disuguhi ie bu peudah (bubur pedas) dan ie bu kanjie (bubur kanji) yang dibagikan secara gratis. Rangkaian penutupan turut dipadukan dengan peringatan Malam Nuzulul Qur’an dan salat tarawih berjamaah.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Alibasyah, Kajati Aceh Yudi Triadi, perwakilan Kodam Iskandar Muda, Kepala BPKP Perwakilan Aceh Nanang Agus Sutrisno, serta para asisten, staf ahli, dan kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh.






