Indeks

UTU Luncurkan Percepatan Internasionalisasi Menuju THE Rankings

DONYAPOST, Meulaboh — Universitas Teuku Umar (UTU) resmi meluncurkan program percepatan internasionalisasi kampus di Auditorium Teuku Umar, Rabu (4/3/2026).

Langkah strategis ini ditempuh untuk memenuhi target World Class University (WCU) sesuai mandat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Ketua Task Force Program Percepatan Internasionalisasi UTU, Firman Parlindungan, Ph.D., menyatakan fokus utama kampus adalah menembus pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings dan THE Impact Rankings.

Berdasarkan data 2025, UTU mencatat skor capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) sebesar 49,44 dengan pertumbuhan signifikan mencapai 166 poin. Namun, tantangan terbesar terletak pada volume publikasi ilmiah.

Saat ini UTU memiliki 523 dokumen terindeks Scopus dan membutuhkan tambahan 477 publikasi untuk memenuhi ambang batas minimum 1.000 dokumen yang dipersyaratkan THE WUR.

Kontribusi publikasi UTU di Scopus didominasi sektor Zero Hunger (50 dokumen), serta sektor industri dan pertumbuhan ekonomi yang masing-masing menyumbang 44 dokumen.

“Sinergi seluruh sivitas akademika sangat penting untuk mengintegrasikan program kerja dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Setiap riset dan pengabdian harus dipublikasikan dengan narasi yang mendukung SDGs,” ujar Firman.

Anggota Task Force, Dr. Sukma Elida, SKM., M.Kes., memaparkan enam program prioritas untuk mendorong percepatan internasionalisasi. Di antaranya Liga Prodi Berdampak Internasional, Hibah Kelas Internasional, serta persiapan International Conference on Agricultural and Maritime Industry (ICONAMI) 2026.

UTU juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui skema guest lecturer di luar negeri. Dosen pengusul minimal harus berjabatan Lektor dengan skor Sinta di atas 200.

“Kami menargetkan perluasan kemitraan dengan universitas di Malaysia, Thailand, Australia, hingga Rusia untuk memperkuat mobilitas mahasiswa,” jelas Sukma.

Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., menegaskan bahwa internasionalisasi bukan sekadar mengejar peringkat global, tetapi meningkatkan kualitas lulusan agar berdaya saing internasional.

“Tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi UTU untuk naik kelas. Melalui perbaikan tata kelola, peningkatan publikasi bereputasi, dan kolaborasi dengan mitra Global South, kami optimistis UTU dapat memperbaiki posisi di liga PTN dan memberikan dampak nyata secara internasional,” ujarnya.

Peluncuran program ini dihadiri jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga perwakilan mahasiswa. Melalui langkah tersebut, UTU berkomitmen mentransformasi seluruh lini Tri Dharma Perguruan Tinggi menuju standar internasional yang berkelanjutan, dengan target menjadi pusat ilmu pengetahuan yang diakui secara global.

Exit mobile version