Berita  

USK Sudah Salurkan Rp2,21 Miliar untuk Penyintas Banjir

DONYAPOST, Pidie Jaya — Universitas Syiah Kuala (USK) telah menyalurkan Rp2,21 miliar dana kemanusiaan untuk membantu penyintas banjir di berbagai wilayah Aceh.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui peletakan batu pertama pembangunan Meunasah USK di Desa Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, sekaligus pembukaan program “Ramadhan Ceria Bersama Penyintas”, Sabtu (28/2/2026).

Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan mengatakan, total dana solidaritas umat yang berhasil dihimpun melalui Rumah Amal Masjid Jamik USK mencapai Rp3,17 miliar, dengan realisasi penyaluran sejauh ini sebesar Rp2,21 miliar.

“Setiap rupiah yang disalurkan kami kelola dengan prinsip akuntabilitas tinggi agar kepercayaan donatur tetap terjaga. USK bukan sekadar institusi akademik, tetapi juga pilar solidaritas sosial,” ujar Marwan di hadapan warga dan tokoh masyarakat.

Menurutnya, peran universitas tidak boleh berhenti di ruang kelas atau laboratorium. USK memiliki tanggung jawab moral untuk hadir langsung di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi musibah.

Program Dana Solidaritas Umat yang dikelola Rumah Amal USK telah menjangkau 213 desa di 61 kecamatan pada 14 kabupaten/kota di Aceh.

Bantuan yang diberikan meliputi filter air bersih, sumur bor, pembersihan fasilitas publik, pemasangan panel surya, dukungan tim medis, hingga operasional dapur umum.

Di Desa Dayah Usen, bantuan tidak hanya menyasar aspek spiritual melalui pembangunan meunasah, tetapi juga pemberdayaan ekonomi warga.

Tim USK menyerahkan paket alat produksi makanan fungsional berupa mesin pengolah kedelai dan tempe, lemari penyimpanan, serta kompor industri sebagai modal usaha bagi masyarakat.

Program “Ramadhan Ceria Bersama Penyintas” yang berlangsung hingga 6 Maret mendatang juga menghadirkan trauma healing bagi anak-anak serta penguatan ekonomi bagi kaum ibu dan bapak.

Sekretaris Daerah Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., MPH, mengapresiasi konsistensi USK dalam mendukung pemulihan daerahnya.

“Pembangunan Meunasah ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol kebangkitan spiritual dan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., Direktur Rumah Amal USK Tedy Kurniawan Bakri, M.Farm. Apt., serta Ketua Satgas Respons Bencana USK Prof. Dr. Syamsidik, S.T., M.Sc.

Meunasah USK diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus ruang sosial dan pembinaan karakter masyarakat setempat, memperkuat pemulihan pascabencana yang berkelanjutan.