DONYAPOST, Banda Aceh — Sejumlah ruas jalan berstatus kewenangan Pemerintah Aceh di Kota Banda Aceh dilaporkan dalam kondisi berlubang dan dinilai membahayakan pengendara.
Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Ismawardi, mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh segera melakukan perbaikan sebelum memicu kecelakaan.
Beberapa titik yang disorot di antaranya Jalan T Nyak Arief menuju kawasan Darussalam, Jalan T P Nyak Makam, serta Jalan T Iskandar. Di ruas-ruas tersebut, lubang jalan terlihat di sejumlah titik dan berpotensi menyebabkan pengendara terjatuh, terutama saat hujan atau pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.
“Ini bukan persoalan sepele. Jalan berlubang bisa menyebabkan pengendara terjatuh. Jangan tunggu ada korban baru dilakukan perbaikan,” kata Ismawardi kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).
Ia menegaskan, meskipun berada dalam wilayah administratif Kota Banda Aceh, ruas-ruas tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Aceh sehingga tanggung jawab perawatan berada di bawah Dinas PUPR Aceh.
Menurut Ismawardi, kondisi jalan rusak tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat. Terlebih, jalur tersebut merupakan kawasan padat aktivitas, termasuk mahasiswa dan pelajar yang melintas setiap hari.
Ia mendesak agar perbaikan dilakukan segera, minimal dengan penambalan sementara sambil menunggu perbaikan permanen. Selain itu, ia meminta adanya pemetaan ulang terhadap seluruh titik kerusakan agar penanganan tidak bersifat parsial.
“Keselamatan warga harus menjadi prioritas. Jangan sampai ada kesan pembiaran,” tegasnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga. Rahmat (34), pengendara sepeda motor yang rutin melintas di Jalan T Nyak Arief, mengaku beberapa kali hampir terjatuh akibat lubang yang tertutup genangan air.
“Kalau hujan, lubangnya tidak terlihat. Saya pernah hampir terjatuh karena kaget saat roda masuk ke lubang,” ujarnya.
Sementara itu, Nabila (21), mahasiswi di kawasan Darussalam, berharap pemerintah segera turun tangan.
“Setiap hari kami lewat situ. Sangat berbahaya, apalagi malam hari. Kami khawatir ada teman yang benar-benar jadi korban,” katanya.
Warga berharap Dinas PUPR Aceh segera melakukan langkah cepat demi mencegah kecelakaan dan memastikan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.
