DONYAPOST, Banda Aceh — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, mengimbau seluruh pelaku usaha kuliner di kota ini—mulai dari restoran, kafe, hingga warung kopi—untuk menyediakan fasilitas mushala yang layak bagi pengunjung.
Menurut Irwansyah, keberadaan mushala representatif sudah menjadi keharusan, sekaligus bagian dari upaya menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menunaikan kewajiban ibadah.
“Apalagi nanti saat memasuki bulan puasa, terutama usaha kuliner yang menjual paket berbuka puasa. Konsumen harus bisa langsung melaksanakan shalat Magrib di resto atau kafe,” ujar politisi PKS tersebut.
Ia menilai, di luar Ramadan pun, kafe dan restoran kini banyak menjadi ruang kerja, tempat meeting, dan aktivitas produktif masyarakat. Karena itu, penyediaan mushala yang layak menjadi kebutuhan dasar layanan publik.
“Jangan sampai saat buka puasa bersama dijadikan alasan tidak shalat Magrib karena di lokasi tidak tersedia mushala,” tegasnya.
Irwansyah menambahkan, keberadaan mushala juga mencerminkan identitas Banda Aceh sebagai kota yang menerapkan syariat Islam dan berlandaskan nilai-nilai keislaman dalam ruang publik.
Selain fasilitas ibadah, ia juga meminta pemilik usaha kuliner memperhatikan kebersihan lingkungan. Ia menekankan pentingnya pengelolaan limbah cair dari dapur dan pencucian peralatan agar tidak dibuang ke selokan.
“Harus ada tempat penampungan khusus limbah, bukan dibuang ke parit,” katanya.
Ia juga mengimbau pelaku usaha yang berlokasi di tepi jalan untuk menyediakan area parkir yang memadai agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
“Ini bagian dari upaya mendukung Pemerintah Kota Banda Aceh dan keinginan warga untuk mewujudkan kota yang aman, ramah, bersih, dan santun,” pungkas Irwansyah.
