DONYAPOST, Banda Aceh — Ketua Umum KONI Aceh, Saiful Bahri yang akrab disapa Pon Yaya, secara resmi melantik dan mengukuhkan jajaran pengurus KONI Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan KONI Kota Subulussalam untuk masa bakti 2026–2030.
Rangkaian pelantikan digelar di dua lokasi berbeda. Pelantikan pengurus KONI Abdya berlangsung di Aula Gedung DPRK Blang Pidie, Rabu (11/2/2026), sedangkan pengurus KONI Kota Subulussalam dilantik di Aula Meuligoe Wali Kota Subulussalam, Kamis (12/2/2026).
Dalam prosesi tersebut, Zulkarnaini, SE resmi mengemban amanah sebagai Ketua KONI Abdya, sementara Ardhi Yanto, SE dipercaya menakhodai KONI Kota Subulussalam.
Pelantikan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen baru untuk memajukan pembinaan olahraga di kedua daerah.
Pon Yaya hadir didampingi Wakil Ketua KONI Aceh Muslim HS, Kepala Sekretariat Alfian Zuhri, S.Sos, serta Zaitun, yang menunjukkan dukungan penuh KONI Aceh terhadap penguatan pembinaan atlet di tingkat kabupaten/kota.
Dalam sambutannya, Pon Yaya menegaskan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas dan profesionalisme dalam pengelolaan organisasi olahraga.
Ia meminta seluruh pengurus baru segera fokus pada pembinaan prestasi yang berkelanjutan serta mempersiapkan atlet menghadapi ajang Pekan Olahraga Aceh (PORA) dan kompetisi nasional lainnya.
“Pengurus harus langsung bekerja, tidak hanya seremonial. Pembinaan atlet harus terencana, terukur, dan berkelanjutan. Kita ingin Aceh terus melahirkan atlet berprestasi,” ujar Pon Yaya.
Ia juga menekankan bahwa olahraga merupakan identitas dan kebanggaan daerah, sehingga diperlukan kerja keras kolektif dari seluruh pemangku kepentingan untuk membangun sistem pembinaan yang kuat.
“Olahraga adalah kebanggaan daerah. Kita butuh kolaborasi semua pihak untuk melahirkan atlet potensial yang bisa mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional,” katanya.
Pelantikan pengurus KONI Abdya dan Subulussalam ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga di kedua wilayah tersebut, sekaligus memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi agenda kompetisi olahraga regional dan nasional dalam beberapa tahun ke depan.
