DONYAPOST, Bener Meriah — Universitas Syiah Kuala (USK) mengerahkan 50 mahasiswa lintas disiplin dalam program Pengabdian Kreativitas Mahasiswa (PKM) Berdampak untuk membangun ketangguhan bencana berbasis teknologi Internet of Things (IoT) dan geospasial di Desa Lampahan Timur, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.
Program yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini dimulai dengan keberangkatan tim pada 7 Februari 2026. Sebelum terjun ke lapangan, mahasiswa mendapat pengarahan dari Ketua Pengabdi sekaligus dosen pembimbing, Ir. Freddy Sapta Wirandha, S.T., M.Eng.
“Harapannya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberi dampak nyata bagi masyarakat Gampong Lampahan Timur dalam pemulihan dampak bencana dan meningkatkan ketangguhan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Freddy.
Kegiatan pengabdian juga melibatkan anggota tim pengabdi Irwandi, S.Si., M.Si., Ph.D., dan Dr. Ir. Marwan, S.Si., M.T., IPM. Rangkaian program lapangan diawali dengan sosialisasi pada 8 Februari 2026 sebagai bagian dari tahap awal pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir Desember 2025.
Sosialisasi dihadiri perangkat desa, termasuk Reje (Kepala Desa) Fadli, Sekretaris Desa Muhammad Iqbal, Kepala Dusun Andi, serta masyarakat setempat. Meski Meunasah Al Aqsa masih menunjukkan kerusakan fisik signifikan akibat bencana, antusiasme masyarakat mencerminkan semangat bangkit yang kuat.
Ketua Tim PKM, Rafi Gustian Ridho Hidayat, menjelaskan tim akan menjalankan sejumlah program strategis untuk mendukung pemulihan pascabencana.
“Kami sangat mengharapkan keterlibatan masyarakat secara aktif guna terciptanya transfer ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembelajaran bersama antara mahasiswa dan masyarakat di Lampahan Timur,” katanya.
Rafi memaparkan program utama meliputi pemetaan geospasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menghasilkan peta rawan bencana, peta tutupan lahan, jalur evakuasi, serta peta administrasi desa.
Tim juga memetakan sumber air bersih guna mengidentifikasi akuifer bawah permukaan serta mengembangkan sistem air bersih berbasis tenaga surya dan IoT.
Selain itu, dilakukan edukasi kebencanaan terkait mitigasi dan ketahanan sosial-ekonomi, termasuk ketahanan pangan serta perencanaan logistik keluarga dalam situasi darurat.
Untuk penguatan regulasi lokal, tim mendampingi pembentukan Kelompok Masyarakat Sadar Bencana (POKDARNA) serta mendorong penyusunan qanun gampong tentang mitigasi bencana demi menciptakan ketangguhan berkelanjutan.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim PKM mahasiswa Berdampak yang bersedia mengabdi di desa kami yang terdampak bencana. Program-program yang ditawarkan sangat relevan dengan kebutuhan kami,” ujar Reje Gampong Lampahan Timur, Fadli.
Pemerintah gampong menyatakan komitmen penuh mendukung program dengan menunjuk Sekretaris Desa dan Kepala Dusun sebagai koordinator lapangan untuk mengatasi kendala selama pelaksanaan.
Program PKM ini juga mencakup koordinasi dengan instansi Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan Pusat Riset STEM USK dalam pengembangan strategi Build Back Better, khususnya transformasi digital untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Siklon Tropis Sinyar.
Ke depan, tim merencanakan diskusi bertema Strategi Build Back Better dan Transformasi Pendidikan Digital guna merumuskan rekomendasi pembangunan kembali fasilitas pendidikan, khususnya peralatan laboratorium, yang akan diintegrasikan dengan strategi peningkatan ketangguhan bencana di wilayah terdampak.
