Indeks
Berita  

Wagub Minta Daerah Fokus Persiapan Ramadhan di Tengah Fase Pemulihan Bencana

Wakil Gubernur Aceh Fadlullah, SE didampingi Sekda Aceh, M. Nasir, memimpin rapat koordinasi pemulihan Bencana Hidro meteorologi Aceh dengan Kabupaten Kota Secara Daring di Ruang Rapat Potensi Daerah Sekda Aceh, Banda Aceh (9/2/2026).

DONYAPOST, Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota, khususnya wilayah terdampak bencana hidrometeorologi, untuk memprioritaskan persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.

Penegasan itu disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Hidrometeorologi Aceh Fase Transisi Pemulihan di Posko Terpadu, Kantor Gubernur Aceh, Senin (9/2/2026).

Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh, kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), serta unsur terkait penanganan bencana. Sementara bupati dan wali kota se-Aceh mengikuti rapat secara daring melalui Zoom dari daerah masing-masing.

Dalam arahannya, Fadhlullah menekankan bahwa Ramadhan harus disambut dengan kesiapan yang matang, terutama di daerah yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan seluruh aspek yang berdampak langsung pada kenyamanan masyarakat dalam beribadah berjalan optimal.

“Persiapan Ramadhan harus menjadi perhatian serius, terutama bagi daerah terdampak bencana. Pastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, infrastruktur siap, dan layanan publik berjalan normal,” ujar Fadhlullah.

Ia menyoroti beberapa isu krusial yang perlu mendapat perhatian, di antaranya tradisi meugang sebagai momentum sosial-keagamaan masyarakat Aceh, kesiapan PT PLN dalam menjamin pasokan listrik, serta kesiapan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan fasilitas umum di wilayah terdampak bencana.

Wakil Gubernur juga meminta setiap kabupaten dan kota menyampaikan kondisi terkini wilayah masing-masing secara terbuka. Laporan tersebut akan menjadi dasar evaluasi dan penentuan langkah lanjutan dalam fase pemulihan bencana.

Terkait tradisi meugang, Fadhlullah mengungkapkan bahwa sejumlah daerah telah mengajukan permohonan bantuan sapi meugang kepada Presiden Republik Indonesia, khususnya untuk desa-desa yang terdampak bencana.

Permohonan tersebut, katanya, telah disetujui dan akan direalisasikan melalui transfer dana dari pemerintah pusat langsung ke pemerintah kabupaten dan kota.

“Dana itu akan digunakan untuk pembelian sapi meugang bagi masyarakat terdampak. Ini bentuk perhatian pemerintah pusat agar tradisi meugang tetap berjalan dan masyarakat bisa menyambut Ramadhan dengan layak,” jelasnya.

Selain itu, Fadhlullah mengimbau pemerintah kabupaten dan kota untuk menyampaikan secara terbuka berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi dalam menyambut Ramadhan, baik terkait logistik, infrastruktur, maupun layanan sosial.

“Kalau ada kendala, sampaikan. Kita cari solusi bersama agar masyarakat bisa menjalani Ramadhan dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” tegasnya.

Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Aceh memastikan fase transisi pemulihan bencana berjalan selaras dengan agenda sosial-keagamaan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas pelayanan publik menjelang Ramadhan.

Exit mobile version