DONYAPOST, Banda Aceh — Pemerintah Aceh resmi menyerahkan Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) kepada Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Nilai kebutuhan pemulihan yang diajukan mencapai Rp153,3 triliun, menjadikannya salah satu program rehabilitasi terbesar dalam sejarah Aceh pascakonflik dan pascatsunami.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan dokumen strategis tersebut disampaikan pada 3 Februari 2026 dan telah disahkan oleh Gubernur Aceh. R3P memuat data menyeluruh mengenai kerusakan, kerugian, serta rencana pemulihan lintas sektor yang diajukan oleh pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.
“Dokumen ini menjadi peta jalan pemulihan Aceh pascabencana, karena mencakup seluruh kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi yang terukur dan terkoordinasi,” ujar MTA, Minggu (8/2/2026).
Sebelum diserahkan ke pusat, Tim Bappenas RI telah melakukan rapat koordinasi dengan Pemerintah Aceh untuk menyelaraskan R3P dengan kerangka perencanaan nasional.
Saat ini, BNPB tengah melakukan verifikasi administratif dan akan melanjutkan dengan verifikasi faktual ke lapangan di wilayah terdampak.
“Hasil verifikasi tersebut akan diteruskan ke Bappenas sebagai dasar penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi nasional,” jelasnya.
Berdasarkan rekapitulasi R3P, kebutuhan anggaran pemulihan Aceh mencapai Rp153,3 triliun. Rinciannya, kewenangan kementerian/lembaga (K/L) pusat sebesar Rp41,8 triliun, Pemerintah Aceh Rp22 triliun, pemerintah kabupaten/kota Rp60,43 triliun, serta kontribusi masyarakat dan dunia usaha Rp29 triliun.
Angka tersebut menggambarkan skala dampak bencana yang luas terhadap infrastruktur, permukiman, ekonomi, dan layanan dasar masyarakat Aceh.
Pemerintah menegaskan proses pemulihan tidak hanya bertujuan mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi membangun ketahanan wilayah melalui prinsip build back better.
MTA menambahkan, meski perencanaan masih diverifikasi pusat, berbagai langkah pemulihan telah terus dilakukan oleh pemerintah daerah. Gubernur Aceh juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mendukung proses kebangkitan daerah.
“Gubernur selalu berharap seluruh komponen bersatu agar Aceh bisa bangkit lebih kuat dari bencana ini,” ujarnya.
Pemerintah Aceh berkomitmen menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik seiring proses verifikasi dan persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi nasional.








