Indeks
Berita  

TPT Sarjana Tertinggi di Aceh, DPRK Desak Pemerintah dan Kampus Cari Solusi

Wakil Ketua DPRK Musriadi Aswad

DONYAPOST, Banda Aceh — Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi, mendorong Pemerintah Aceh segera mengambil langkah konkret menyikapi tingginya angka pengangguran lulusan pendidikan tinggi di Aceh sebagaimana dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh per November 2025.

Dalam rilis tersebut, BPS mencatat lulusan pendidikan tinggi (Diploma IV/S1/S2/S3) menjadi kelompok dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Aceh, yakni mencapai 8,68 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan lulusan dari jenjang pendidikan lainnya.

Musriadi menilai data tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, terutama Pemerintah Aceh serta perguruan tinggi negeri dan swasta.

“Data BPS ini menjadi alarm bagi kita semua. Pemerintah Aceh bersama perguruan tinggi harus segera duduk bersama mencari solusi agar lulusan sarjana tidak terus mendominasi angka pengangguran,” ujar Musriadi, Jumat (6/2/2026).

Ia menilai tingginya pengangguran sarjana mencerminkan masih lemahnya kesesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja di Aceh. Karena itu, penguatan konsep link and match antara perguruan tinggi dan dunia usaha serta industri perlu segera diakselerasi.

“Jangan hanya fokus mencetak ijazah, tetapi juga mencetak kompetensi. Kampus harus menyiapkan mahasiswa agar siap pakai ketika lulus,” tegasnya.

Selain itu, Musriadi mendorong perluasan program magang, pelatihan keterampilan, serta penguatan kewirausahaan di lingkungan kampus. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak boleh hanya diposisikan sebagai pencari kerja, tetapi juga harus didorong menjadi pencipta lapangan kerja.

Ia juga meminta Pemerintah Aceh memberikan dukungan nyata kepada sektor swasta dan pelaku usaha lokal agar mampu membuka lebih banyak lapangan kerja bagi lulusan pendidikan tinggi.

“Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang mendorong dunia usaha menyerap tenaga kerja, termasuk lulusan sarjana. Ini bisa dilakukan melalui pemberian insentif, kemitraan, maupun program penempatan kerja yang terarah,” ujarnya. []

Exit mobile version