DONYAPOST, Banda Aceh — Universitas Syiah Kuala (USK) menyalurkan santunan pendidikan senilai Rp25 juta kepada lima mahasiswa yang kehilangan orang tua akibat bencana.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Rumah Amal Masjid Jamik USK sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap mahasiswa terdampak, sekaligus upaya memastikan mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani persoalan ekonomi.
Selain menerima santunan masing-masing Rp5 juta, kelima mahasiswa tersebut juga dibebaskan dari kewajiban pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga menyelesaikan studi.
Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil kolaborasi Rumah Amal Masjid Jamik USK dengan sejumlah unit di lingkungan kampus.
Ia menegaskan, pendataan mahasiswa terdampak bencana menjadi langkah penting agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas kepedulian berbagai pihak yang telah membantu mahasiswa USK yang terdampak bencana, khususnya mereka yang kehilangan orang tua. Bantuan ini sangat berarti untuk menjaga keberlangsungan pendidikan mereka,” ujar Prof. Marwan.
Ia menambahkan, kebijakan pembebasan UKT hingga lulus diharapkan dapat meringankan beban psikologis dan ekonomi mahasiswa, sekaligus menjadi motivasi agar mereka tetap fokus dan semangat menyelesaikan studi.
Lebih lanjut, Prof. Marwan menegaskan bahwa USK terus melakukan pendataan mahasiswa terdampak bencana dalam berbagai kategori. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada mahasiswa yang terlewat dari perhatian institusi.
“USK berkomitmen membantu mahasiswa sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena musibah,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Rumah Amal Masjid Jamik USK Tedy Kurniawan Bakri, S.Farm., M.Farm., Apt, menjelaskan bahwa dana santunan berasal dari donasi masyarakat yang dihimpun melalui program peduli bencana.
“Dana yang terkumpul kami salurkan sesuai amanah donatur. Pada tahap ini, bantuan diberikan kepada lima mahasiswa yang kehilangan orang tua akibat bencana, dengan total dana Rp25 juta,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu mahasiswa penerima untuk tetap bertahan dan menyelesaikan pendidikan di USK, sekaligus menjadi penguat solidaritas kemanusiaan di lingkungan kampus.
