Indeks
Berita  

Ketua DPRK Dorong Tindak Lanjut Serius Audit BPK soal TBC di Banda Aceh

DONYAPOST, Banda Aceh — Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, menegaskan bahwa hasil audit kinerja Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Aceh terkait penanganan Tuberkulosis (TBC) harus ditindaklanjuti secara serius dan terukur oleh Pemerintah Kota Banda Aceh.

Ia menilai audit tersebut bukan sekadar laporan administratif, melainkan alarm penting untuk memperkuat kebijakan dan penganggaran sektor kesehatan.

Pernyataan itu disampaikan Irwansyah saat mendampingi Wali Kota Banda Aceh, Hj. Illiza Saaduddin Djamal, dalam penerimaan hasil audit kinerja BPK RI Aceh terkait penanganan TBC di Banda Aceh.

Audit tersebut mengulas efektivitas program, tata kelola layanan kesehatan, serta capaian pengendalian TBC di tingkat kota.

Menurut Irwansyah, TBC merupakan persoalan multidimensi yang dampaknya meluas, tidak hanya pada kesehatan masyarakat, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi. Karena itu, rekomendasi BPK harus dijadikan dasar pembenahan kebijakan secara menyeluruh.

“TBC ini bukan isu sepele. Audit BPK harus menjadi pijakan untuk memperbaiki perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program penanganan TBC. DPRK mendorong agar rekomendasi tersebut benar-benar dijalankan, bukan sekadar dicatat,” tegas Irwansyah.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan dasar, terutama puskesmas, sebagai garda terdepan dalam deteksi dini dan pengobatan TBC. Selain itu, edukasi publik dan keterlibatan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan menekan angka penularan.

Irwansyah menegaskan DPRK Banda Aceh siap mengawal kebijakan dan dukungan anggaran agar program penanggulangan TBC berjalan efektif dan tepat sasaran. Sinergi lintas sektor, termasuk peran aparatur gampong dan fasilitas kesehatan swasta, dinilai perlu diperkuat.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Hj. Illiza Saaduddin Djamal, menyatakan komitmen Pemko Banda Aceh untuk menindaklanjuti hasil audit tersebut. Ia mengingatkan bahwa Indonesia saat ini berada di peringkat kedua dunia dengan jumlah penderita TBC terbanyak.

“Banda Aceh akan memaksimalkan strategi Temukan, Obati sampai Sembuh (TOSS TBC). Ini menjadi komitmen bersama agar angka penderita TBC terus ditekan,” ujar Illiza.

BPK RI Aceh dalam auditnya menekankan pentingnya konsistensi pelaksanaan program, akurasi data penderita, serta penguatan sistem pemantauan pasien agar pengobatan TBC benar-benar tuntas dan berkelanjutan.

Exit mobile version