DONYAPOST, Banda Aceh — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 100 ton beras bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Aceh, Selasa (27/1/2026).
Dalam sambutannya, Syamsul Ibrahim menyampaikan belasungkawa mendalam dari seluruh masyarakat Konawe atas musibah yang menimpa Aceh. Ia menegaskan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas antardaerah dalam menghadapi bencana.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Konawe, kami berusaha untuk berbagi. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita di Aceh. Musibah ini berada di luar prediksi kita semua,” ujar Syamsul.
Ia menambahkan, Pemkab Konawe terus memantau perkembangan penanganan pascabencana di Aceh. Mengingat estimasi kebutuhan biaya pemulihan (recovery) yang diperkirakan mencapai Rp100 triliun, Syamsul menekankan pentingnya semangat gotong royong nasional.
“Dengan dukungan seluruh masyarakat Indonesia, Aceh diprediksi dapat pulih dan kembali normal dalam kurun waktu lima tahun ke depan,” tambahnya.
Syamsul juga mengungkapkan adanya ikatan emosional pribadi dengan Aceh. Ia mengenang kunjungannya ke Aceh pada tahun 1991 sebagai perwakilan senat mahasiswa ekonomi, pada masa kepemimpinan Gubernur Aceh Ibrahim Hasan.
Komitmen keluarga Syamsul terhadap kemanusiaan turut tercermin dari keterlibatan putrinya sebagai relawan medis di Aceh Tamiang.
“Putri saya sudah satu minggu berada di Aceh Tamiang sebagai relawan di bawah naungan Kementerian Kesehatan. Pada hari kedua musibah, ia meminta izin untuk mendaftar sebagai relawan,” ungkap Syamsul.
Sementara itu, Sekda Aceh M. Nasir menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta bantuan masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya Kabupaten Konawe.
“Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh menitipkan salam untuk masyarakat Konawe dan jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Saat ini, beliau berdua masih berada di lapangan mendampingi sejumlah menteri untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal,” pungkas M. Nasir. [dp]
