Indeks
Berita  

Anak-anak Dayah Kruet Dapat Pendampingan Psikososial dari Mahasiswa

DONYAPOST, Pidie Jaya — Anak-anak korban banjir bandang di Desa Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, mendapat pendampingan psikososial dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebencanaan Universitas Syiah Kuala (USK) sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Sebanyak sembilan mahasiswa lintas jurusan yang tergabung dalam KKN Kebencanaan USK melaksanakan berbagai program pemulihan yang difokuskan pada kelompok rentan, khususnya anak-anak yang terdampak secara psikologis akibat bencana banjir bandang.

Pendampingan psikososial menjadi prioritas utama kegiatan KKN tersebut. Melalui permainan edukatif, aktivitas kreatif, serta pendekatan emosional yang hangat, mahasiswa berupaya menciptakan ruang aman bagi anak-anak agar dapat kembali merasa nyaman, ceria, dan beraktivitas secara normal di lingkungan mereka.

Koordinator Kelompok KKN Kebencanaan USK, Akbar Juanda, mengatakan bahwa dampak bencana terhadap kondisi mental anak kerap luput dari perhatian, padahal efeknya bisa berlangsung lama.

“Anak-anak mengalami guncangan batin yang tidak selalu terlihat. Pendampingan psikososial ini bertujuan membantu mereka pulih secara mental, kembali merasa aman, dan berani mengekspresikan diri,” ujar Akbar, Rabu (21/1/2026).

Selain pendampingan psikologis, mahasiswa KKN Kebencanaan USK juga terlibat dalam kegiatan gotong royong bersama warga. Mereka membersihkan lumpur sisa banjir yang menggenangi lingkungan desa, fasilitas umum, serta sekolah-sekolah, sebagai bagian dari percepatan pemulihan lingkungan dan infrastruktur.

Di bidang kesehatan, tim KKN bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Imani Care untuk menggelar pengobatan massal gratis bagi masyarakat Desa Dayah Kruet. Layanan ini ditujukan untuk membantu warga mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan pascabencana.

Keuchik Desa Dayah Kruet, Syukri, mengapresiasi kontribusi mahasiswa USK yang dinilainya memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kehadiran mahasiswa sangat membantu. Anak-anak kembali ceria, lingkungan mulai bersih, dan warga merasa diperhatikan. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk bangkit,” katanya.

Melalui KKN Kebencanaan, mahasiswa USK menunjukkan peran aktif dalam pemulihan sosial masyarakat, khususnya bagi anak-anak sebagai kelompok paling rentan, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan kebutuhan nyata di lapangan. []

Exit mobile version