DONYAPOST, Banda Aceh — Program Studi Ilmu Administrasi Negara (IAN) FISIP UIN Ar-Raniry Banda Aceh bersama Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Aceh, Himpunan Mahasiswa, serta alumni IAN menggelar aksi pengabdian kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak di Aceh.
Kegiatan ini melibatkan relawan lintas negara, yakni lima orang dari Pertubuhan Amal Sukarelawan Haji Sabah dan Pertubuhan Kebajikan Sukarelawan Lahad Datu (PKSLD), Sabah, Malaysia, serta tujuh relawan dari Prodi IAN dan ISNU Aceh.
Para relawan turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah titik terdampak, meliputi STIS Ummul Ayman, Kabupaten Pidie Jaya; Meunasah Pulo Peudada; Pante Lhong Peusangan; serta Blang Panjoe, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen.
Ketua PKSLD Sabah, Kak Su, mengaku bahagia dapat bertemu langsung dengan Waled Nu dan masyarakat Aceh. Selama ini, kata dia, kondisi Aceh hanya dapat disaksikan melalui tayangan televisi dan media sosial di Malaysia.
“Kami sangat sedih melihat dari jauh. Walaupun bantuan yang kami bawa tidak seberapa, kami merasa bahagia sekaligus terharu karena bisa melihat dan merasakan langsung kondisi di sini,” ujar Kak Su.
Sementara itu, Ketua Program Studi IAN yang juga Wakil Ketua ISNU Aceh, Muazzinah, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam misi kemanusiaan.
“Kerja sama seperti ini harus terus digalakkan. Kemanusiaan tidak mengenal batas negara,” kata Muazzinah.
Ia berharap sinergi antara akademisi, organisasi keagamaan, dan relawan internasional dapat terus berlanjut sebagai wujud kepedulian bersama terhadap sesama.








