DONYAPOST, Aceh Tamiang — Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang mengakibatkan 34 rumah di Dusun Pengidam, Kecamatan Tamiang Hulu, hilang terseret arus.
Kawasan yang sebelumnya menjadi permukiman warga kini dipenuhi gelondongan kayu sejauh mata memandang.
Ribuan meter kubik kayu yang terbawa banjir menghantam permukiman warga hingga meratakan rumah-rumah dengan tanah. Saat ini, yang tersisa hanya puing bangunan, bahkan sebagian rumah tidak lagi terlihat karena tertimbun material kayu. Tidak hanya rumah, keberadaan dusun tersebut nyaris lenyap tak berbekas.
Sebanyak 27 kepala keluarga di Dusun Pengidam kini hidup dalam pengungsian dengan kondisi serba terbatas. Hingga kini, tumpukan kayu yang menutup kawasan belum dapat dibersihkan, sehingga warga belum memungkinkan kembali ke lokasi tempat tinggal mereka.
Salah seorang warga Dusun Pengidam, Krisnawati, mengaku sangat berharap perhatian pemerintah. Ia meminta bantuan untuk membersihkan hamparan kayu yang menutupi desa mereka serta membangun kembali rumah-rumah warga yang hilang diterjang banjir.
“Sekarang kami hanya berharap pemerintah bisa membantu membersihkan kayu-kayu ini dan membangun kembali rumah kami,” ujar Krisnawati sambil menahan air mata.
Sementara itu, Sekretaris Desa Pengidam, Mahruzal, mengatakan kebutuhan paling mendesak bagi warga saat ini adalah hunian sementara.
Menurutnya, keterbatasan fasilitas di tenda pengungsian membuat warga berharap pemerintah mengizinkan pemanfaatan kayu gelondongan yang terseret banjir untuk diolah sebagai bahan bangunan rumah sementara.
Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan pembangunan 600 unit hunian sementara bagi korban banjir di Aceh Tamiang. Dari jumlah tersebut, 200 unit telah selesai dan siap dihuni, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan.






