DONYAPOST, Banda Aceh — Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melalui Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) berkolaborasi dengan Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Aceh dan Aceh Library Consultant menyalurkan bantuan bagi penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara.
Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan FAH UIN Ar-Raniry, Mukhtaruddin, kepada Waspada, Sabtu (3/1) menjelaskan, kegiatan tersebut bagian dari Program Ar-Raniry Peduli ini tidak hanya berfokus pada bantuan kemanusiaan, tetapi juga pada penguatan literasi sebagai upaya pemulihan psikososial, khususnya bagi anak-anak dan keluarga terdampak bencana.
Kata dia, di lokasi terdampak, tim kolaborasi melakukan pendampingan membaca, distribusi buku bacaan anak dan keluarga, serta menggelar aktivitas literasi sederhana untuk menjaga keberlanjutan proses belajar di tengah situasi darurat.
“Selain bahan bacaan, bantuan yang disalurkan juga mencakup kebutuhan spiritual dan dasar, berupa Alquran, Iqra, buku tuntunan salat, serta paket mukena bagi ibu-ibu penyintas banjir,” ujar dia.
Mukhtaruddin, menjelaskan, literasi memiliki peran strategis dalam proses pemulihan pascabencana. “Literasi bukan hanya soal membaca, tetapi juga sarana pemulihan. Melalui aktivitas literasi, anak-anak dapat kembali belajar, berinteraksi, dan membangun harapan di tengah kondisi yang sulit. Karena itu, literasi kami padukan dengan penyaluran bantuan,” ujarnya.
Sementara itu, Pengurus Daerah IPI Aceh turut menyalurkan bantuan biaya hidup kepada pustakawan di Aceh Utara yang terdampak banjir. Bantuan diberikan sebesar Rp500.000 per orang bagi pustakawan yang mengalami dampak parah, berdasarkan pendataan internal organisasi.
Ketua PD IPI Aceh, Nazaruddin, menyebutkan total dana yang berhasil dihimpun dan disalurkan sementara ini mencapai sekitar Rp11 juta.
“Dana ini berasal dari solidaritas pustakawan lintas daerah, yakni IPI Aceh, IPI Jawa Barat, IPI Yogyakarta, IPI Jawa Tengah, dan IPI Lampung,” kata Nazaruddin.
Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi pustakawan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya dalam bentuk bantuan material, tetapi juga melalui penguatan literasi sebagai fondasi pemulihan masyarakat Aceh Utara pascabencana banjir.
