Cut Rumaisa Hadirkan Keceriaan bagi Anak Pengungsi di Aceh Tamiang

Cut Rumaisa (jilbab putih) menggendong anak pengungsi

DONYAPOST, Tualang Cut — Di tengah penyaluran bantuan kemanusiaan ke wilayah Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang, perhatian khusus diberikan kepada anak-anak pengungsi.

Salah satunya terlihat saat Cut Rumaisa, yang tergabung dalam rombongan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, berinteraksi langsung dengan anak-anak terdampak bencana di lokasi pengungsian Simpang Opak, Tualang Cut, Karang Baru, Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Tak sekadar menyerahkan bantuan, gadis cantik ini juga memilih mendekat secara personal dengan anak-anak. Ia bercengkrama, mengajak bermain, dan menghadirkan suasana hangat di tengah kondisi darurat yang mereka alami. Pendekatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan trauma psikologis anak-anak pascabencana.

“Dalam situasi bencana, anak-anak adalah kelompok yang paling rentan, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara emosional. Mereka mungkin tidak selalu mampu mengungkapkan rasa takut atau kehilangan yang dirasakan, namun jika dibiarkan, hal itu bisa berdampak jangka panjang,” ujar dara kelahiran 25 Mei 2000 ini.

Cut Rumaisa yang juga alumni UIN Ar-Raniry Banda Aceh, bersama anak-anak di pengungsian.

Menurutnya, menghadirkan rasa aman, perhatian, dan keceriaan merupakan langkah awal yang penting dalam proses pemulihan trauma. Interaksi sederhana seperti bermain bersama, tertawa, dan berbagi cerita dapat membantu anak-anak kembali merasa diperhatikan dan tidak sendiri.

“Pendekatan yang saya lakukan lebih menekankan pada interaksi hangat. Tawa sederhana, kebersamaan, dan sentuhan empati menjadi pintu awal untuk membantu mereka bangkit dari trauma pascabencana,” tambah gadis berkulit putih ini.

Selain pendampingan psikososial, Cut Rumaisa menekankan pentingnya bantuan logistik untuk mendukung kehidupan sehari-hari para korban. Kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan perlengkapan anak menjadi perhatian utama dalam penyaluran bantuan tersebut.

Dalam kegiatan ini, KONI Aceh turut mengambil peran aktif sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak, khususnya anak-anak dan keluarga yang berada di pengungsian.

Gadis cantik asal Bireuen ini bercengkrama dengan bersama anak-anak di pengungsian.

“Saya berharap bantuan dan perhatian dari KONI Aceh tidak hanya membantu saat ini, tetapi juga menumbuhkan kembali optimisme anak-anak bahwa mereka tidak sendirian. Dari merekalah harapan Aceh ke depan akan terus tumbuh,” ungkap dia.