Indeks
Berita  

Diaspora Aceh di Denmark Gelar Aksi Protes, Soroti Penanganan Bencana

Tangkap Layar Atrakana TV

DONYAPOST, Copenhagen — Diaspora Aceh di Denmark yang tergabung dalam organisasi Acheh-Sumatra Kultur (ASK) menggelar aksi damai di Copenhagen, Jumat (2/1/2026), sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan sekaligus protes terhadap penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Aksi tersebut dipicu oleh kekecewaan diaspora terhadap minimnya perhatian global dan lemahnya distribusi informasi terkait kondisi korban bencana, yang menurut mereka justru meredup di ruang digital.

Banjir dan longsor yang terjadi sejak akhir November 2025 dinilai tidak sepenuhnya tersampaikan kepada publik internasional akibat terbatasnya laporan warga dari wilayah terdampak.

Di tengah musim dingin dan suhu rendah, para demonstran—terdiri dari orang dewasa, remaja, hingga anak-anak—memulai aksi di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Denmark, sebelum melanjutkan long march menuju kantor perwakilan UNICEF di Copenhagen.

Dalam orasinya, salah satu diaspora Aceh, Nasir Usman, menyampaikan kritik terhadap narasi resmi penanganan bencana yang selama ini diklaim pemerintah Indonesia.

“Kita tidak boleh terus-menerus menerima propaganda. Puluhan tahun hidup bersama Indonesia, tetapi yang kami rasakan justru perlakuan yang tidak adil,” ujar Nasir di hadapan peserta aksi.

Ia menegaskan bahwa bencana banjir dan longsor yang berulang di Aceh dan wilayah Sumatra lainnya tidak semata-mata disebabkan faktor alam, melainkan berkaitan erat dengan deforestasi dan kebijakan pembangunan yang terpusat.

“Ini bukan musibah yang berdiri sendiri. Ini dampak dari keputusan-keputusan yang dibuat jauh dari wilayah terdampak,” katanya.

Para peserta aksi juga menyoroti sistem politik nasional yang dinilai masih sentralistik dan kurang memberi ruang keadilan bagi daerah-daerah di luar Jawa, termasuk Aceh.

Usai menyampaikan aspirasi di depan KBRI, massa aksi bergerak menuju kantor perwakilan UNICEF Denmark. Di lokasi tersebut, mereka menyerahkan surat resmi yang berisi permohonan dukungan kemanusiaan serta harapan agar UNICEF terlibat lebih aktif dalam penanganan korban banjir dan longsor di Aceh dan wilayah Sumatra lainnya.

Aksi ini disebut sebagai bagian dari upaya edukasi dan diplomasi diaspora Aceh di luar negeri. Sebelumnya, komunikasi yang dilakukan lebih banyak melalui pengiriman surat dan email yang dinilai belum membuahkan respons signifikan.

Melalui aksi damai ini, diaspora Aceh berharap dapat membuka jalur komunikasi yang lebih luas dan berkelanjutan dengan organisasi internasional, lembaga kemanusiaan, serta perwakilan diplomatik asing, guna menyampaikan kondisi terkini Aceh dan memperjuangkan kepentingan kemanusiaan masyarakat terdampak bencana. [asnawi ali]

Exit mobile version