Indeks
Berita  

PNL Salurkan Bantuan untuk Warga dan 140 Dosen Terdampak Banjir

DONYAPOST, Lhokseumawe — Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menunjukkan komitmen kemanusiaannya melalui pelaksanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 dengan menyalurkan bantuan logistik bagi warga dan sivitas akademika yang terdampak banjir.

Ketua Pelaksana PkM Tanggap Darurat Bencana, Ir. Syukri kepada donyapost, Senin (29/12/2025) menyebutkan, penyaluran bantuan difokuskan pada tiga desa penyangga di sekitar lingkungan kampus, yakni Desa Mesjid Punteut dan Meunasah Blang.

Selain itu kata dia, bantuan juga serta menyasar 140 dosen dan tenaga kependidikan (tendik) PNL yang turut menjadi korban bencana. “Bantuan tersebut ditujukan sebagai langkah pemulihan awal pascabencana, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” kata dia.

Disebutkan, setiap paket bantuan berisi beras, minyak goreng, mi instan, telur, perlengkapan mandi, peralatan kebersihan, serta lampu emergency guna membantu aktivitas warga saat terjadi gangguan listrik.

Syukri menjelaskan, program PkM Tanggap Darurat Bencana ini, program prioritas Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Kata dia, di PNL sendiri, pelaksanaannya diketuai oleh Ir. Syukri, ST., MT, dengan anggota pelaksana Ir. Mahmud, S.Tr., M.T., Muhammad Reza, M.Eng., dan T. Dany Dhaifullah, ST., MT.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab institusi dalam merespons kondisi darurat di lingkungan sekitar kampus.

“Distribusi logistik ini adalah bagian dari pemulihan awal. Kami ingin memastikan bahwa warga sekitar kampus serta rekan-rekan dosen dan tendik PNL tidak merasa sendiri dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi para korban serta mempercepat pemulihan kondisi rumah tangga, sehingga aktivitas belajar-mengajar dan kehidupan bermasyarakat dapat kembali berjalan normal.

Syukri menyebutkan, aksi kemanusiaan ini juga mendapat apresiasi dari perangkat desa setempat, yang menilai kolaborasi antara institusi pendidikan dan masyarakat sebagai langkah positif dalam penanganan bencana.

Ke depan, sambung dia, sinergi tersebut diharapkan terus terjalin, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam aksi sosial dan mitigasi bencana.

Exit mobile version