Berita  

Banyak Lokasi Masih Terisolir, Korban di Aceh Tamiang Terus Bertambah

Salah satu kawasan terdampak banjir besar di Aceh Tamiang | Foto via Waspada.id

DONYAPOST, Aceh Tamiang — Kondisi memperihatinkan masih dialami kawasan terisolir di Kabupaten Aceh Tamiang. Ini akibat dampak bencana hidrometeorologi akibat Siklon Tropis Senyar pada November 2025.

Data terbaru yang dirilis BPBD Aceh Tamiang pada Jumat (5/12/25), pukul 18.00 WIB, menunjukkan puluhan warga meninggal dunia akibat longsor dan banjir, serta banyak lokasi yang sulit dijangkau.

Kejuruan Muda menjadi wilayah yang paling parah terkena dampak longsor, merenggut nyawa lima warga di Sidodadi (Kodim Alur Gantung): Eka Suryani, Dea Alfionika, Azka Nurizki, Muhammad Zikri, dan Lela Wani.

Data sementara korban meninggal dunia sebanyak 52 orang dan sebagian belum teridentifikasi. Banjir juga melanda berbagai kecamatan, termasuk Manyak Payed, Karang Baru, Rantau, Kota Kuala Simpang, dan Bendahara.

“Kami sangat berduka atas kehilangan nyawa yang terjadi. Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian dan evakuasi korban, serta menyalurkan bantuan secepat mungkin,” kata Iman Suhery, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang.

Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan banyak lokasi sulit diakses. Di Karang Baru, akses menuju Desa Menanggini hanya bisa melalui jalan kampung dan rumah warga.

Sementara di Kecamatan Bendahara, pengungsi terpaksa mengungsi di Kantor Datok dan rumah-rumah tetangga yang lebih tinggi di Kuala Penaga.

Berikut adalah data lokasi pengungsian dan jumlah titik pengungsian:
– Karang Baru: Desa Menanggini (2 titik)
– Bendahara: Kuala Penaga (2 titik), Rantau Pakam (6 titik), Tanjung Binjai (7 titik), Teluk Halban (4 titik), Teluk Kepayang (8 titik)
– Kejuruan Muda: Gerenggam (Posko Pengungsian Bubar), Bandar Mahugai (1 titik)
– Sekerak: Sekumur (2 titik)
– Seruway: Muka Sungai Kuruk (2 titik)

Upaya Penanggulangan Bencana

BPBD Aceh Tamiang terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, relawan, dan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan bencana. Bantuan logistik, peralatan, dan tenaga medis terus disalurkan ke wilayah-wilayah terdampak.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan longsor dan banjir. Ikuti arahan dari petugas dan segera mengungsi jika diperlukan,” pesan Iman Suhery.

Sumber: Waspada.id