Indeks
Berita  

Wali Nanggroe Hadiri Wisuda Gelar Kehormatan Wakil Perdana Meneri Timor Leste

Wali Nanggroe PYM Malik Mahmud menyalami Wakil Perdana Menteri Timor Leste | Foto Ist

DONYAPOST, Jakarta — Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, menghadiri prosesi wisuda penganugerahan gelar Doktor Kehormatan kepada sejumlah tokoh kenegaraan dari Timor Leste dan Indonesia yang digelar di Jakarta, Sabtu (31/5/2025).

Dalam acara tersebut, gelar kehormatan diberikan kepada Wakil Deputi Perdana Menteri Timor Leste H.E. Fransico Kalbualdi Lay, Duta Besar Timor Leste untuk Kamboja H.E. Ermenegildo Kupa Lopes, serta Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia H.E. Muhaimin Iskandar.

Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, dalam keterangannya menyampaikan bahwa Wali Nanggroe turut memberikan ucapan selamat langsung kepada para penerima gelar. Penganugerahan tersebut, menurutnya, mencerminkan kontribusi besar ketiga tokoh dalam memperkuat pembangunan, perdamaian, dan kerja sama antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

“Saya mengucapkan selamat kepada Fransico Kalbualdi Lay, Ermenegildo Kupa Lopes, dan Muhaimin Iskandar atas penghargaan ini. Ini adalah bentuk pengakuan atas dedikasi mereka dalam membangun perdamaian dan mempererat hubungan antarbangsa,” ujar Wali Nanggroe.

Pada kesempatan yang sama, Wali Nanggroe juga berjumpa dan berdiskusi dengan Mari Alkatiri, mantan Perdana Menteri Timor Leste periode 2002–2006, yang dikenal luas sebagai tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan negaranya dan menjabat Sekretaris Jenderal Partai Fretilin.

Selain itu, Wali Nanggroe juga berdialog dengan sejumlah tokoh nasional Indonesia, di antaranya Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Muslim Saleh dan Ketua Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional DPP PKB Luluk Nur Hamidah.

Dalam kunjungan tersebut, Paduka Yang Mulia didampingi oleh Staf Khusus Wali Nanggroe, Dr. M. Rafiq, serta Katibul Wali, Abdullah Hasbullah.

Kehadiran Wali Nanggroe dalam perayaan ini mempertegas komitmen Aceh dalam mempererat hubungan diplomatik dan solidaritas kawasan, serta memperkuat silaturahmi antarbangsa, khususnya antara Aceh, Indonesia, dan Timor Leste.[]

Exit mobile version